Pengajian Rutin Wali Siswa Kelas 7 SMP 1 Imogiri Menanamkan Tanggung Jawab Pendidikan Anak dalam Keluarga


    Imogiri (07 Februari 2026), SMP Negeri 1 Imogiri kembali menyelenggarakan kegiatan pengajian rutin orang tua/wali siswa kelas 7 pada Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 06.00–07.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung dengan suasana khidmat ini menghadirkan Ustadz Syahrul Ramadhan, M.Pd sebagai pemateri utama.

    Pengajian yang dilaksanakan di lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh para wali siswa dengan penuh antusias. Sejak pagi hari, para peserta telah hadir dan duduk bersama, mencerminkan semangat kebersamaan antara pihak sekolah dan keluarga dalam mendukung pendidikan anak.

    Dalam kajiannya, Ustadz Syahrul Ramadhan menekankan bahwa keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Sekolah berperan penting dalam membimbing ilmu pengetahuan, namun pondasi karakter, akhlak, dan kebiasaan baik dibangun sejak di rumah. Beliau mengingatkan bahwa tantangan pendidikan anak di era sekarang semakin kompleks. Oleh karena itu, orang tua tidak hanya berperan sebagai penyedia kebutuhan materi, tetapi juga sebagai 

  • Teladan dalam sikap dan perilaku
  • Pembimbing ibadah dan akhlak
  • Pengawas pergaulan dan penggunaan teknologi
  • Sumber kasih sayang dan komunikasi yang hangat

Sebagai landasan utama, Ustadz Syahrul mengangkat firman Allah dalam Surat At-Tahrim ayat 6:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”

Beliau menjelaskan bahwa ayat ini mengandung makna mendalam tentang tanggung jawab spiritual orang tua. Menjaga keluarga dari api neraka bukan hanya bermakna mendoakan, tetapi juga:

  • Mengajarkan keimanan sejak dini
  • Membiasakan ibadah dalam kehidupan sehari-hari
  • Menanamkan nilai benar dan salah
  • Mendidik dengan kasih sayang, bukan kemarahan
  • Mengawasi tanpa menghilangkan kepercayaan anak

Orang tua diajak untuk menyadari bahwa pendidikan agama bukan tugas guru agama semata, tetapi merupakan kewajiban utama dalam keluarga. Orang tua tidak serta merta menerima informasi dari anak, namun harus ada proses tabayun untuk mencari kebenaran dari suatu informasi.

Pesan yang paling utama untuk orang tua dari pengajian tersebut adalah jangan sampai anak-anak kita atau generasi penerus kita:

  • Lemah imannya
  • Lemah ilmu
  • Lemah akhlak
  • Lemah harta

    Kegiatan ini juga menjadi momen mempererat hubungan antara sekolah dan wali siswa. Pendidikan yang berhasil, menurut pemateri, terjadi ketika ada keselarasan nilai antara rumah dan sekolah. Jika sekolah menanamkan disiplin dan akhlak, maka orang tua perlu melanjutkan pembiasaan tersebut di rumah.

    Melalui pengajian rutin ini, diharapkan para orang tua semakin sadar bahwa keberhasilan anak tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari akhlak, tanggung jawab, dan kedekatan kepada Allah SWT.

    Pengajian pagi tersebut ditutup dengan doa bersama agar para orang tua diberikan kekuatan dalam mendidik anak, serta agar siswa kelas 7 SMP 1 Imogiri tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan beriman kuat. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga demi masa depan anak-anak yang lebih baik.

0 Komentar